Kota Pontianak diterjang banjir cukup parah pada Selasa, 16 Juni 2026. Genangan air merendam permukiman warga hingga sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan Jalan A. Yani 1 dan Purnama. Sejumlah warga bahkan menyebut ini sebagai banjir terparah yang mereka alami dalam beberapa dekade terakhir, dengan air yang sampai masuk ke dalam rumah — bukan hanya menggenangi halaman atau teras seperti biasanya.
Penyebab: Kombinasi Hujan Deras dan Rob
Banjir kali ini dipicu oleh dua faktor yang terjadi bersamaan. Pertama, hujan deras yang turun sejak malam hari sebelumnya hingga dini hari membuat sistem drainase kota kewalahan menampung volume air. Kedua, fenomena pasang air laut (rob) yang sedang berada pada titik tinggi turut memperparah genangan, sehingga air sulit surut secara alami.
Fenomena rob ini berkaitan dengan siklus bulan. BMKG mencatat adanya fase bulan baru pada 15 Juni 2026, yang berpotensi mendorong ketinggian air laut ke titik maksimum di wilayah pesisir Kalimantan Barat — termasuk Pontianak yang dialiri Sungai Kapuas yang terhubung langsung ke laut.
Wilayah Terdampak
Selain Jalan A. Yani 1 dan kawasan Purnama, genangan juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lain, termasuk kawasan permukiman padat seperti Gang Margodadirejo di Sungai Bangkong. Beberapa pelaku usaha juga terdampak, dengan air yang masuk ke dalam toko sehingga mengganggu aktivitas operasional, meski sebagian masih berusaha tetap melayani pelanggan di tengah kondisi tergenang.
Status Terbaru dan Peringatan BMKG
Berdasarkan informasi resmi BMKG, potensi banjir pesisir (rob) di Pontianak diperkirakan masih akan berlangsung hingga 20 Juni 2026. Tidak hanya itu, BMKG Kalimantan Barat juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah Kalbar yang berlaku sampai 22 Juni 2026. Artinya, risiko genangan susulan masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan, terutama bila hujan turun bertepatan dengan jam-jam pasang tinggi.
Imbauan untuk Warga
- Hindari melintasi ruas jalan yang tergenang cukup tinggi, terutama dengan kendaraan roda dua, karena risiko mesin mati atau terseret arus tersembunyi di got/parit.
- Amankan barang elektronik dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi, terutama bagi warga di kawasan langganan rob seperti tepian Sungai Kapuas dan Pontianak Selatan.
- Pantau informasi resmi dari BMKG Maritim Pontianak secara berkala, karena waktu puncak pasang bisa berubah setiap hari.
- Siapkan jalur alternatif sebelum berangkat beraktivitas, terutama di jam-jam rawan pasang pagi hari.
Pantau Kondisi Jalan Secara Langsung
Sebelum melintasi kawasan rawan banjir, Anda bisa memantau kondisi terkini melalui pantauan lalu lintas berikut:
- Dashboard CCTV Pontianak (semua titik)
- Kemacetan Pontianak — 6 titik Maps Traffic
- CCTV Simpang Garuda Pontianak
- Cuaca Pontianak real-time
Artikel ini akan diperbarui apabila ada informasi resmi terbaru dari BMKG atau Pemerintah Kota Pontianak.