Logo CCTV Pontianak
CCTV Pontianak Dashboard kota Pontianak
Panduan wisata Kota Khatulistiwa
Panduan wisata Kota Khatulistiwa

Wisata Pontianak 12 Tempat Wajib di Kota Khatulistiwa

Pontianak adalah satu-satunya kota besar di Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa. Kaya dengan wisata sejarah Kesultanan Pontianak, budaya Melayu–Tionghoa–Dayak, dan ekowisata Sungai Kapuas. Panduan ini membantu turis dan warga lokal eksplorasi kota dalam 2–3 hari.

Update 2026 · Cek jam buka aktual sebelum berkunjung

12 Tempat Wisata Pontianak

Filter berdasarkan jenis wisata
📍 12 Destinasi
🌐

Tugu Khatulistiwa

Ikon Pontianak

Penanda resmi garis khatulistiwa yang melintasi Pontianak. Salah satu monumen ekuator paling terkenal di dunia. Ada museum kecil yang menjelaskan sejarah penanda ini sejak zaman kolonial Belanda. Saat kulminasi 21–23 Maret & September, bayangan benda tegak menghilang sesaat — fenomena unik di garis 0°.

📍 Lokasi:
Jl. Khatulistiwa, Pontianak Utara
🕒 Buka:
08.00–17.00 WIB (museum)
💰 Tiket:
Gratis (donasi seikhlasnya)
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🏛

Keraton Kadriah

Istana Kesultanan

Istana resmi Kesultanan Pontianak yang didirikan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 1771. Bangunan utama berwarna kuning khas keraton Melayu, menyimpan koleksi pusaka, foto sejarah, singgasana sultan, dan al-Quran tulisan tangan. Salah satu landmark sejarah utama Kalbar.

📍 Lokasi:
Jl. Tritura, Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur
🕒 Buka:
09.00–17.00 WIB (Sen–Min)
💰 Tiket:
Rp 5.000–10.000
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🕌

Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman

Masjid Tertua Pontianak

Masjid tertua di Pontianak, dibangun bersamaan dengan berdirinya Kesultanan Pontianak (1771). Arsitektur unik perpaduan Melayu dan Bugis, dengan empat pilar utama dari kayu belian. Berlokasi tepat di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak — titik bersejarah.

📍 Lokasi:
Jl. Tritura, dekat Keraton Kadriah, Pontianak Timur
🕒 Buka:
24 jam (sholat 5 waktu)
💰 Tiket:
Gratis
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🌊

Sungai Kapuas & Tepian Kapuas

Sungai Terpanjang Indonesia

Sungai Kapuas (1.143 km) adalah sungai terpanjang di Indonesia. Warga bisa menyewa kapal bandong (kapal tradisional) untuk menyusuri sungai melihat rumah panggung dan kehidupan tepi sungai. Tepian Kapuas (Korpri Waterfront) di malam hari dipenuhi pedagang kuliner dengan view sunset yang romantis.

📍 Lokasi:
Tepian Kapuas, Pontianak Selatan
🕒 Buka:
24 jam (kapal bandong: jam fleksibel)
💰 Tiket:
Sewa kapal bandong Rp 200.000–500.000/jam
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🏘

Rumah Radakng

Rumah Adat Dayak Terbesar

Replika rumah adat Dayak Kanayatn terbesar di Indonesia, panjangnya 138 meter. Dibangun di Kompleks Cultural Center Pontianak. Tempat pertunjukan budaya Dayak dan event tahunan seperti Festival Cap Go Meh dan Gawai Dayak. Wajib foto di tangga depan!

📍 Lokasi:
Kompleks Cultural Center, Jl. Sutan Syahrir
🕒 Buka:
09.00–17.00 WIB (event hari tertentu)
💰 Tiket:
Gratis (event berbayar terpisah)
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🌿

Aloe Vera Center

Wisata Edukasi

Pusat budidaya dan riset lidah buaya (aloe vera) raksasa khas Pontianak — daunnya bisa mencapai panjang lebih dari 1 meter. Pengunjung bisa belajar pengolahan, mencicipi minuman/manisan aloe vera, dan beli oleh-oleh produk turunan langsung dari sumbernya.

📍 Lokasi:
Jl. Budi Utomo, Pontianak Utara
🕒 Buka:
08.00–16.00 WIB (Sen–Sab)
💰 Tiket:
Gratis kunjungan, produk dijual
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🛕

Vihara Bodhisattva Karaniya Metta

Vihara Tertua

Salah satu vihara paling tua dan terbesar di Pontianak, sering disebut "Pekong Tua". Arsitektur Tionghoa klasik yang masih terpelihara baik. Saat Imlek dan Cap Go Meh, vihara ini jadi pusat kegiatan komunitas Tionghoa Pontianak — sangat ramai dan meriah.

📍 Lokasi:
Jl. Diponegoro, Pontianak Kota
🕒 Buka:
06.00–18.00 WIB
💰 Tiket:
Gratis
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🏺

Museum Provinsi Kalbar

Museum Sejarah

Museum lengkap yang menampilkan sejarah Kalimantan Barat: koleksi etnografi Dayak (mandau, perisai, baju manik), peninggalan kolonial, kerajaan, dan diorama tradisi lokal. Cocok untuk yang ingin memahami konteks budaya Kalbar sebelum eksplorasi lanjutan.

📍 Lokasi:
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pontianak Selatan
🕒 Buka:
08.00–14.00 WIB (Selasa–Minggu, libur Senin)
💰 Tiket:
Rp 2.000–5.000
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🏝

Pulau Pasir Panjang

Wisata Pantai (Day Trip)

Pantai pasir putih di kabupaten Mempawah, sekitar 1.5–2 jam dari Pontianak. Cocok untuk day trip — pasirnya halus, gelombang relatif tenang. Banyak warung kelapa muda dan ikan bakar di sepanjang pantai. Wisata sehari pulang yang populer.

📍 Lokasi:
Mempawah, sekitar 70 km utara Pontianak
🕒 Buka:
06.00–19.00 WIB (terang siang)
💰 Tiket:
Rp 5.000–10.000 parkir
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🎆

Festival Cap Go Meh Singkawang

Festival Tahunan (Day Trip)

Bukan di Pontianak tapi sangat dekat (3 jam ke Singkawang). Festival Cap Go Meh dengan parade Tatung (medium spiritual) terbesar di Asia Tenggara, lampion, dan parade naga. Hanya bulan Februari (15 hari setelah Imlek). Wajib datang sekali seumur hidup.

📍 Lokasi:
Kota Singkawang, sekitar 145 km utara Pontianak
🕒 Waktu:
Februari (15 hari setelah Imlek)
💰 Tiket:
Gratis (festival kota)
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🦌

Hutan Kota / Taman Alun Kapuas

Ruang Hijau Kota

Taman terbuka di pusat Pontianak dekat Sungai Kapuas. Spot olahraga sore (jogging, sepeda), foto-foto, dan tempat ngumpul keluarga di akhir pekan. Sering ada acara kota (pasar malam, pertunjukan musik) dan view sungai yang fotogenik di magic hour.

📍 Lokasi:
Tepi Sungai Kapuas, Pontianak Selatan
🕒 Buka:
24 jam, paling ramai sore-malam
💰 Tiket:
Gratis
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗
🏠

Kampung Beting

Permukiman Sungai

Permukiman tradisional rumah panggung di tepi Sungai Kapuas yang sudah ada sejak abad ke-18. Salah satu permukiman air tertua di Asia Tenggara. Bisa dikunjungi dengan kapal bandong — pengalaman naik kapal melewati gang-gang kayu sangat khas dan otentik.

📍 Lokasi:
Tepi Sungai Kapuas, Pontianak Timur
🕒 Buka:
Permukiman aktif (kunjungan siang)
💰 Tiket:
Sewa kapal saja
🗺️ Maps:
Buka di Google Maps ↗

Itinerary 3 Hari di Pontianak

Rute paling efisien untuk first-timer
📅 Itinerary
Hari 1 · Sejarah

Heritage Pontianak Lama

  • Pagi 08.00 Sarapan bubur ikan / chai kwe di Pasar Flamboyan
  • 09.30 Keraton Kadriah + Masjid Jami Abdurrahman
  • Siang 12.00 Makan siang di Bakmi Apollo / Mie Tiaw Polo
  • Sore 14.30 Tugu Khatulistiwa & museum
  • 16.30 Kampung Beting via kapal bandong
  • Malam 19.30 Sotong Pangkong di Jl. Gajah Mada
Hari 2 · Budaya & Alam

Cultural & River Day

  • Pagi 08.00 Sarapan kopi A Tjap dan jajanan Tionghoa
  • 09.30 Rumah Radakng — foto rumah adat Dayak
  • 11.00 Aloe Vera Center (cicipi olahan lidah buaya)
  • Siang 13.00 Bubur Pedas Sambas
  • Sore 15.30 Museum Provinsi Kalbar
  • 17.30 Sunset di Tepian Kapuas (Alun Kapuas)
  • Malam 19.30 Wisata kuliner di Korpri Waterfront
Hari 3 · Ekowisata

Day Trip ke Mempawah

  • Pagi 07.00 Berangkat ke Pulau Pasir Panjang Mempawah
  • 09.30 Tiba pantai, main air, foto, kelapa muda
  • Siang 12.30 Makan siang ikan bakar Pondok Pengkang
  • Sore 14.30 Kembali ke Pontianak
  • 17.00 Belanja oleh-oleh di Jl. Patimura (Bingke, lempok, manisan)
  • Malam 19.30 Makan malam terakhir + ngopi di Gajah Mada

Cara ke Pontianak

Pilihan transportasi dari berbagai kota
✈️ Akses

✈️ Pesawat (Tercepat)

Bandara Supadio (PNK) melayani penerbangan dari Jakarta (CGK), Surabaya, Yogyakarta, Batam, Kuching. Maskapai utama: Lion Air, Citilink, Batik Air, Garuda. Penerbangan Jakarta–Pontianak ~1 jam 30 menit.

Tiket Rp 700K–2.5M

🚢 Kapal Laut

Pelabuhan Dwikora Pontianak melayani Pelni dari Jakarta, Surabaya, Semarang. Perjalanan 2–3 hari laut. Murah tapi lama. Cocok buat yang punya banyak waktu dan budget terbatas.

Tiket Rp 350K–1.2M

🚌 Darat dari Kuching

Bus eksekutif Kuching (Sarawak, Malaysia) – Pontianak via PLBN Entikong. Sekitar 8–10 jam perjalanan. Ada bus harian Damri dan operator swasta. Valid passport diperlukan.

Tiket Rp 200K–400K
🚗 Transportasi dalam kota

Pontianak dilayani Grab, Maxim, dan Gojek (mobil & motor). Tarif lebih murah dari kota Jawa. Untuk nyaman ekplor, sewa motor (~Rp 75.000/hari) atau mobil + supir (~Rp 400.000–500.000/hari). Hindari ojek online di jam macet — cek peta macet dulu.

Tips Wisata Pontianak

Hal-hal yang perlu diketahui sebelum berangkat
💡 Tips

🌞 Bawa sunscreen & topi

Pontianak di garis ekuator — matahari sangat terik sepanjang tahun. SPF 30+ wajib, terutama saat ke Tugu Khatulistiwa atau Pasir Panjang.

🌧 Hindari musim hujan

Oktober–Februari curah hujan tinggi, sering banjir lokal. Best time: Juli–September. Cek cuaca real-time sebelum berangkat.

📅 Datang saat festival

Imlek/Cap Go Meh (Februari) di Singkawang, Gawai Dayak (Mei), HUT Pontianak (Oktober) — momen unik untuk merasakan budaya lokal hidup.

💰 Sediakan cash kecil

Banyak warung tradisional dan warkop hanya terima tunai. Sediakan pecahan Rp 5.000–20.000. ATM tersebar di area komersial.

🌐 Sinyal & bahasa

Telkomsel paling stabil di seluruh kota. Bahasa Indonesia dipahami semua, dialek Melayu Pontianak khas. Banyak warga juga bisa Bahasa Tionghoa Hakka/Tio Ciu.

🚦 Cek lalu lintas dulu

Jam macet 06.30–08.30 dan 16.00–18.30. Sebelum berangkat, pantau live Maps Traffic 6 ruas utama Pontianak.

Pertanyaan Umum

FAQ – Wisata Pontianak

Pertanyaan umum dari wisatawan yang ingin berkunjung ke Pontianak.

Tempat wisata wajib di Pontianak?
Lima tempat utama: Tugu Khatulistiwa (ikon kota di garis ekuator 0°), Keraton Kadriah (istana Kesultanan), Masjid Jami Sultan Abdurrahman (masjid tertua), Sungai Kapuas (naik kapal bandong), dan Rumah Radakng (replika rumah adat Dayak terbesar). Plus Aloe Vera Center untuk wisata edukasi.
Apakah Pontianak benar-benar di garis khatulistiwa?
Ya. Pontianak adalah salah satu kota besar di dunia yang tepat dilintasi garis khatulistiwa (lintang 0°). Tugu Khatulistiwa di Jl. Khatulistiwa, Pontianak Utara adalah penanda resminya. Setiap 21–23 Maret dan 21–23 September terjadi fenomena "Kulminasi" — matahari tepat di atas kepala, bayangan benda tegak menghilang sesaat.
Berapa lama waktu ideal untuk liburan di Pontianak?
Ideal 2–3 hari untuk eksplorasi kota: hari 1 wisata sejarah, hari 2 budaya dan kuliner, hari 3 ekowisata atau day trip ke Singkawang/Mempawah. Untuk eksplor Kalbar lebih luas (termasuk Gunung Niut, Sintang, atau Putussibau), sediakan 5–7 hari.
Bagaimana cara ke Pontianak?
Tiga akses utama: (1) Pesawat ke Bandara Supadio (PNK) dari Jakarta/Surabaya/Yogya/Batam — paling cepat (~1.5 jam). (2) Kapal laut ke Pelabuhan Dwikora dari Jakarta/Semarang via Pelni. (3) Jalur darat dari Kuching, Malaysia lewat PLBN Entikong (~8 jam, perlu paspor).
Kapan waktu terbaik berkunjung ke Pontianak?
Waktu terbaik: Juli–September (curah hujan relatif lebih rendah). Hindari Oktober–Februari karena musim hujan deras dan risiko banjir. Khusus Maret dan September, datanglah 21–23 untuk menyaksikan "Kulminasi" matahari di Tugu Khatulistiwa — fenomena unik di garis ekuator.
Hotel rekomendasi di Pontianak?
Untuk wisata, pilih hotel di Pontianak Selatan (dekat Sungai Kapuas, akses kuliner mudah) atau Pontianak Kota (dekat heritage). Hotel populer: Hotel Mercure Pontianak, Aston Pontianak, Harris Hotel, Ibis Pontianak. Untuk budget, banyak hotel melati di Jl. Gajah Mada dan Jl. Diponegoro.
Apakah aman untuk wisatawan asing?
Ya, Pontianak relatif aman untuk wisatawan. Kota multikultur dengan masyarakat ramah. Beberapa tips: (1) Hindari ojek pangkalan tidak resmi, gunakan Grab/Maxim/Gojek. (2) Jaga barang berharga di tempat ramai (pasar, bus). (3) Hormati budaya — saat masuk masjid/keraton, pakaian sopan. (4) Sediakan paspor jika berasal dari luar negeri.